Showing posts with label Makanan. Show all posts
Showing posts with label Makanan. Show all posts

Makanan khas Jepang




Sahabat Linda, pasti pada tidak asing ya dengan makanan dari negeri Sakura, tempat avatar dilahirkan. ya, makanan Jepang telah menjadi fenomena saat ini. Keberadaannya tidak hanya dikenal di Asia, tapi juga dunia. Masyarakat pun banyak yang suka karena kandungan gizi dan rasanya yang enak, termasuk saya hhee. Makanan Jepang memang unik. Dengan ciri mengandung banyak sayur dan tidak banyak menggunakan minyak, lemak, dan bumbu yang kental, makanan Jepang tetap terasa enak di lidah. Berikut ini 10 Masakan Makanan Jepang Paling Populer.

1. Sushi



makanan yang satu ini pasti sahabat sudah hafal di luar kepala. Sushi (鮨, 鮓, atau biasanya すし, 寿司) adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka, beras, garam dan gula. Di Indonesia, beberapa toko swalayan terkemuka, sushi dalam kemasan untuk dibawa pulang sering dijumpai di dekat bagian ikan segar. Di restoran yang menyediakan menu makanan Jepang, sushi sering dimasukkan ke dalam menu bersama-sama dengan masakan Jepang lainnya.

2. Takoyaki



yang satu ini merupakan jajanan favorit saya jika bepergian ke festival Jepang. Takoyaki (たこ焼き) nama makanan asal daerah Kansai di Jepang, berbentuk bola-bola kecil dengan diameter 3-5 cm yang dibuat dari adonan tepung terigu diisi potongan gurita di dalamnya. Takoyaki biasanya dijual sebagai jajanan di pinggir jalan untuk dinikmati sebagai cemilan. Takoyaki biasa dijual dalam bentuk set dengan 1 set berisi 5, 6, 8 hingga 10 buah takoyaki yang disajikan di atas lembaran plastik berbentuk perahu atau dimasukkan ke dalam kemasan plastik transparan untuk dibawa pulang.

3. Ramen



Ramen (拉麺;ラーメン) adalah masakan mi kuah jepang yang berasal dari cina. Orang Jepang juga menyebut ramen sebagai chuka soba|中華そば|soba dari Cina atau shina soba|支那そば karena soba atau o-soba dalam bahasa Jepang sering juga berarti mi. Rebusan mi hasil buatan tangan atau buatan mesin diceburkan ke dalam sebuah mangkuk berisi kuah yang dibuat dari berbagai jenis kaldu (umumnya dengan dasar kaldu babi). Pada umumnya chasiu, menma,dan irisan daun bawang ditambahkan di atas mi sebagai lauk atau penyedap. kali ini gimana reaksi perut sahabat? laper?

4. Okonomiyaki



yang satu ini saya pernah membuatnya di rumah, karena belum pernah merasakan okonomiyaki yg asli atau seperti di kedai2 di Jepang, jadi saya tidak bisa mengatakan rasa masakan saya sama atau tidak dg okonomiyaki yg asli :D. Okonomiyaki (お好み焼き) adalah makanan Jepang dengan bahan tepung terigu yang diencerkan dengan air atau dashi, ditambah kol, telur ayam, makanan laut atau daging babi dan digoreng di atas penggorengan datar yang disebut teppan. Okonomiyaki adalah salah satu jenis masakan teppanyaki yang bisa dimakan begitu saja atau sebagai lauk teman nasi putih. Okonomiyaki sering dimakan dngan sendok datar yang disebut kote (hera) yang juga berfungsi sebagai sodet sewaktu membalik okonomiyaki.

Pada okonomiyaki ala Kansai, irisan kol dicampur dengan adonan tepung terigu sebelum digoreng. Jenis okonomiyaki yang paling klasik disebut butatama dengan isi berupa irisan tipis daging babi dan ikatama dengan isi berupa irisan cumi-cumi. Modanyaki (modernyaki) adalah jenis okonomiyaki dengan tambahan mi yang sudah dikukus agar orang yang makan menjadi cepat kenyang.

5. Teriyaki



Teriyaki (照り焼き, てりやき) adalah cara memasak makanan Jepang yang dipanaskan atau dipanggang di atas wajan atau kisi-kisi dari besi untuk memanggang dengan menggunakan saus teriyaki (tare). Saus teriyaki dibuat dari kecap asin (shōyu), sake untuk memasak, dan gula pasir dengan takaran 1:1:1. Kata teriyaki berasal dari kata teri yang artinya bersinar (karena mengandung gula), dan kata yaki yang artinya dibakar atau dipanggang.

Sewaktu sedang membuat teriyaki, bahan-bahan makanan yang akan dipanggang dicelupkan dan diolesi dengan saus teriyaki sampai beberapa kali hingga betul-betul masak. Di Jepang, bahan yang banyak dipakai pada masakan teriyaki adalah ikan (salem, tongkol, mackarel, trout, marlin), sedangkan di luar Jepang digunakan berbagai jenis daging (ayam, sapi, babi), atau cumi-cumi maupun bahan dari ubi konnyaku.

6. Soba



Soba (蕎麦 atau そば) adalah salah satu jenis mie Jepang yang dibuat dari tepung gandum kuda. Dalam bahasa Jepang, tumbuhan serealia gandum kuda juga disebut "soba". Selain itu, istilah "soba" juga bisa berarti mi telur asal Tiongkok yang dimasak menjadi yakisoba atau ramen. Setelah direbus, soba dicuci dengan air dan didinginkan lebih dulu sebelum dihidangkan. Soba dimakan setelah dicelup ke dalam kuah yang disebut tsuyu. Soba yang disajikan dingin seperti ini disebut morisoba atau zarusoba.

Selain itu, soba juga dimakan panas-panas sebagai soba kuah yang disebut kakesoba (susoba). Sewaktu dimakan, soba boleh diseruput hingga mengeluarkan suara. Cara makan seperti ini justru dianjurkan, karena merupakan pujian kepada juru masak bahwa makanan yang dimasaknya enak. Sewaktu memakan morisoba (zarusoba), saus tidak boleh dituangkan ke atas mi agar nampan atau meja yang ada di bawahnya tidak basah.

7. Yakiniku



Yakiniku (焼肉, daging panggang) adalah istilah bahasa Jepang untuk daging yang dipanggang atau dibakar di atas api. Dalam arti luas, yakiniku juga mencakup berbagai masakan daging sapi,daging, atau jeroan yang dipanggang, seperti bistik, panggang daging domba (jingisukan), dan barbeque. Daging dipanggang di atas api dari arang atau gas dengan memakai kisi-kisi dari besi atau di atas plat dari besi (teppan). Potongan daging berbentuk segi empat sering ditusuk dengan tusukan dari logam sebelum dipanggang.

Di rumah makan yakiniku, sesudah dipanggang, daging yang berukuran agak besar sering perlu dipotong dengan gunting di hadapan pengunjung. Yakiniku sering dikatakan berasal dari makanan korea yaitu bulgogi atau kalbi atau BBQ ala korea. Padahal sangat beda. Bedanya yakiniku di Jepang sering berbeda dengan panggang daging ala Korea antara lain dalam hal saus untuk merendam daging.

8. Onigiri



Yang satu ini, saya juga suka. sering sekali jika pergi ke supermarket selalu membeli kudapan satu ini dengan rasa tuna mayones. ya, benar, Onigiri (おにぎり, 御握り) (bahasa Indonesia: nasi kepal) adalah nama Jepang untuk makanan berupa nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat sehingga berbentuk segi tiga, bulat, atau seperti karung beras yang dibungkus dengan nori (rumput laut yang sudah dibumbui). Dikenal juga dengan nama lain Omusubi, istilah yang kabarnya dulu digunakan kalangan wanita di istana kaisar untuk menyebut Onigiri. Onigiri dimakan dengan tangan, tidak memakai sumpit. Di Indonesia, Onigiri bisa dijumpai di bagian makanan Jepang toko swalayan terkemuka dan di restoran yang menyediakan makanan Jepang. Di negeri Tiongkok, Onigiri dikenal dengan nama fàntuán(飯糰).

Saat ini di konbini 'mini market jepang'  juga banyak dijajakan kudapan kecil ini dengan varian rasa yang beragam, dari rasa tuna mayones, salmon, asam, teriyaki, dll.

9. Mochi



Mochi (Jepang: 餅; Hanzi: (麻糬)) adalah kue Jepang yang terbuat dari beras ketan, ditumbuk sehingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk menjadi bulat. Di Jepang, kue ini sering dibuat dan dimakan pada saat perayaan tradisional mochitsuki atau perayaan tahun baru Jepang. Namun demikian, jenis kue ini dijual dan dapat diperoleh di toko-toko kue di sepanjang tahun. Ia memiliki rasa yang khas yaitu lembut di saat pertama kali dimakan, dan lama kelamaan menjadi lengket.

10. Dorayaki


 

Dorayaki (どらやき。銅鑼焼き、ドラ焼き) adalah kue yang berasal dari Jepang. Dorayaki termasuk ke dalam golongan kue tradisional Jepang (wagashi) yang bentuknya bundar sedikit tembam, terdiri dari dua lembar kue yang direkatkan dengan selai kacang merah. Dorayaki memiliki tekstur yang lembut dan mirip dengan kue Jepang yang disebut Kastela karena adonan yang mengandung madu.
oke, sampai di sini dulu ya coretannya. mudah-mudahan sahabat mulai lapar setelah membaca coretan saya :D. Sampai jumpa di coretan berikutnya.

Masakan Jepang


­­­­­­­­­­­­­Yakitori, sate ayam a la Jepang

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

Untuk membuat negima (daging paha & daun bawang)
250 g daging ayam (daging paha, dengan kulit masih melekat)
1 batang daun bawang minimal ketebalan 1 cm (bisa digantikan dengan bawang bombay jika tidak ada)
garam secukupnya
minyak sayur secukupnya

Untuk membuat tsukune (bakso ayam cincang)
200 g daging ayam cincang
8 cm (20 g) daun bawang (bisa diganti dengan bawang bombay jika tidak ada)
½ ruas jahe (ukuran sekitar 2 cm)
1/3 sendok teh garam
lada secukupnya
2 sendok teh tepung
1 sendok makan air

Untuk saus olesan
3 sendok makan kecap asin
3 sendok makan gula
1 sendok makan air

Cara Memasak

1.   Campur bahan-bahan untuk saus dalam penggorengan kecil. Didihkan dengan api sedang; kecilkan api dan biarkan mendidih selama 1-2 menit hingga saus mengental. Dinginkan.
2.   Untuk membuat negima, iris daun bawang sepanjang kira-kira 2 cm. Campur dengan sedikit minyak sayur. Potong ayam hingga tebalnya sekitar 1 cm; kemudian potong menjadi bagian selebar 2-3 cm. Tusukkan potongan daun bawang ke dalam tusuk sate, kemudian tambahkan 1 bagian ayam. Ulangi hingga terdapat sekitar 2-3 bagian daun bawang dan sebanyak mungkin bagian ayam pada tiap tusuk sate. Taburi tiap sisi dengan garam.
3.   Untuk membuat tsukune, letakkan ayam cincang dalam mangkok, campur dengan garam dan lada. Lalu tambahkan tepung, campur hingga daging terasa lengket. Kemudian tambahkan air. Berikutnya potong daun bawang dan jahe, dan tambahkan ke dalam campuran. Dibentuk bola-bola berukuran sekitar 2 cm. Didihkan air. Rebus selama sekitar 4-5 menit, kemudian keringkan. Masukkan 3-4 bakso dalam tiap tusuk sate.
4.   Panaskan panggangan berkawat di atas api. Letakkan bahan-bahan yang sudah ditusukkan di atas panggangan berkawat itu. Saat satu sisi sudah matang, balik dan panggang sisi sebaliknya. Ayamnya harus dimasak matang dan bakso ayam harus jadi kuning keemasan. Pindahkan ke atas piring, dan olesi dengan saus.

Sakana no teriyaki (Ikan Teriyaki)

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

4 filet daging ikan buri atau jenis ikan lain (300 gram masih dengan kulitnya)
2 paprika hijau ukuran kecil
2 sdt kecap asin
Tepung kentang untuk menepungi ikan, kalau tidak ada, gunakan tepung terigu
Minyak sayur untuk menggoreng

(Saus teriyaki)
2 sdm kecap asin
2 sdm gula
2 sdm air

Cara Memasak

1.   Biarkan kulit ikan. Lumuri daging ikan dengan 2 sendok teh kecap asin; diamkan sekitar 10 menit. Potong paprika menjadi dua bagian secara memanjang. Buang bagian tangkai dan bijinya. Potong-potong lagi memanjang dengan tebal sekitar 2 cm.
2.   Setelah 10 menit, keringkan daging ikan menggunakan tisu dapur atau lap. Tepungi secara asal dengan tepung kentang, goyang-goyangkan untuk menyingkirkan tepung berlebih.
3.   Masukkan sedikit minyak pada penggorengan lalu panggang potongan paprika di atas api kecil sampai lunak. Angkat dan sisihkan.
4.   Masukkan satu sendok makan minyak sayur pada penggorengan lalu letakkan 4 filet daging ikan dengan bagian kulit di bawah. Panggang di atas api sedang. Kalau warnanya sudah berubah, balikkan dan kecilkan api. Tutup penggorengan dan biarkan masak di atas api kecil selama sekitar 3 menit. Sementara itu campur bahan-bahan untuk saus teriyaki.
5.   Angkat tutup penggorengan. Gunakan tisu dapur untuk mengangkat minyak yang ada di penggorengan. Masukkan saus teriyaki ke dalam penggorengan. Masak di atas api sedang dan balikkan ikan agar kedua sisinya terlapisi saus secara merata. Jika sausnya telah mengental, matikan api.
6.   Siapkan empat piring. Tempatkan satu filet pada masing-masing piring, dengan bagian kulit berada di atas. Tuang sisa saus ke atas ikan. Hiasi dengan potongan papr

Roll Kyabetsu (Kol Isi)

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

1 buah kol
300 gram daging ayam cincang
½ (100 gram) bawang bombay
3 sdm tepung roti
3 sdm susu atau air
½ sdt garam
Merica sebagai penyedap
1 sdm tepung terigu

(Sup)
1 kubus kaldu
5 gelas (1 liter) air
Garam dan merica sebagai penyedap

Cara Memasak

1.   Potong bagian pangkal kol.
2.   Didihkan air di dalam panci besar untuk merebus kol. Masukkan kol dengan bagian pangkal di bawah hingga terendam di dalam air mendidih. Rebus selama sekitar 2 menit lalu balikkan dan rebus lagi sebentar. Dengan merebusnya, daun bagian luar akan menjadi lunak hingga mudah dilepas. Angkat dan lepaskan helaian satu persatu lalu tiriskan daun kol pada saringan atau wadah berlubang. Biarkan dingin. Gunakan pisau untuk membuang bagian yang keras dari dasar kol.
3.   Cencang halus bawang bombay. Campurkan tepung roti bersama susu.
4.   Tempatkan daging cincang di dalam mangkuk, bumbui dengan garam dan merica. Aduk rata menggunakan tangan, tambahkan cencangan bawang, tepung roti yang telah dicampur susu dan tepung terigu. Bagi menjadi 8 potongan adonan.
5.   Satu persatu, bentangkan daun kol yang lebar di atas talenan lalu lapisi dengan daun kol yang lebih kecil di atasnya. Tempatkan satu adonan isi di atas daun yang lebih kecil tadi lalu bungkus mulai dari bagian bawah daun dan lipat masing-masing sisinya. Gulung kol isi tadi dengan daun yang lebih besar, lipat masing-masing sisinya. Gulung sampai bagian ujung.
6.   Letakkan kol isi di bagian dasar panci yang cukup besar. Masukkan lima gelas air, tambahkan kubus kaldu, didihkan di atas api sedang. Setelah mendidih, kecilkan api. Tutup panci lalu biarkan masak selama 30 menit. Kalau daunnya sudah lunak, bumbui dengan garam dan merica. Sajikan.

Ads Inside Post