Belajar Bahasa Jepang | Belajar Menulis Huruf Kanji
Kanji (Tentang suara ini dengarkan ) (漢字?), secara harfiah berarti "aksara dari Han", adalah aksara Tionghoa yang digunakan dalam bahasa Jepang. Kanji adalah salah satu dari empat set aksara yang digunakan dalam tulisan modern Jepang selain kana (katakana, hiragana) danromaji.



Kanji dulunya juga disebut mana (真名?) atau shinji (真字?) untuk membedakannya dari kana. Aksara kanji dipakai untuk melambangkan konsep atau ide (kata benda, akar kata kerja, akar kata sifat, dan kata keterangan).




Aksara kanji bersifat ideogram — yakni,satu aksara melambangkan sebuah gagasan. Misalnya sebagai berikut.
Contoh Kanji:
川 = sungai
風 = angin
星 = bintang
(dan seterusnya)
Uniknya, meskipun contoh-contoh melambangkan satu ide, mereka bisa dibaca dengan cara yang berbeda. Kalau di pelajaran bahasa Indonesia kita sering mendengar istilah homograf — penulisannya sama tapi bacaannya lain. Kasusnya di sini rada mirip dengan itu.
Contoh Kanji:
川 = sungai → bisa dibaca “kawa” ( かわ ) atau “SEN” ( セン )
風 = angin → bisa dibaca “kaze” ( かぜ ) atau “FUU” ( フウ )
星 = bintang → bisa dibaca “hoshi” ( ほし ) atau “SEI” ( セイ )
(dan seterusnya)
Peristiwa di atas terjadi karena huruf Kanji memiliki lebih dari satu cara membaca. Di atas tadi saya sekadar mencontohkan dua, tetapi sebenarnya, terdapat tiga macam cara membaca kanji. Masing-masing disebut cara baca ON (on-yomi), cara baca KUN (kun-yomi), dan cara baca NANORI (nanori-yomi).
Mengenai tiga cara baca tersebut akan kita bahas lebih lanjut di bawah ini. :D

Cara Membaca Kanji: On, Kun, dan Nanori

a) Cara Baca On (On-yomi)

Sebagaimana sudah diceritakan di awal, Kanji adalah huruf Jepang yang diimpor dari aksara Cina. Oleh karena itu terdapat pengucapan Kanji yang menyesuaikan dengan bahasa Cina. Nah, pengucapan kanji jenis ini disebut sebagai On-yomi.
Meskipun begitu, karena perbedaan dialek antara Cina dan Jepang, jadinya pengucapan Kanji tersebut tidak sempurna. Misalnya contoh berikut.
Contoh Kanji:
信 = kebenaran/kejujuran
-> dalam bahasa cina dibaca: ‘xin’
-> dalam on-yomi disesuaikan menjadi: ‘shin’ ( シン )
Sebagaimana bisa dilihat, terdapat penyesuaian dari Mandarin ‘xin’ menjadi Jepang ‘shin’. Meskipun demikian intinya tetap: cara baca ON (on-yomi) adalah cara baca Kanji menyesuaikan dengan aksara Cina.
Otomatis, karena pertalian dengan huruf Cina tersebut, setiap kanji memiliki on-yomi. Sekarang kita kembali ke tiga contoh yang sudah disebut di awal.
Contoh Kanji:
川 = asal Mandarin: ‘chuan’ menjadi on-yomi: “SEN” ( セン )
風 = asal Mandarin: ‘feng’ menjadi on-yomi: “FUU” ( フウ )
星 = asal Mandarin: ‘xing’ menjadi on-yomi: “SEI” ( セイ )
Tentunya contoh lain dapat dicari di kamus. Untuk dicatat, setiap kamus bahasa Jepang menuliskan on-yomi dalam huruf katakana. Jadi ada baiknya memastikan hafalan katakana sebelum belajar on-yomi. ^^
CATATAN PENTING!

Walaupun yang dicontohkan di atas cuma satu on-yomi, kadang ada kanji yang memiliki dua atau tiga on-yomi. Misalnya kanji 石 (batu) dapat dibaca:
“SEKI” ( セキ )
“SHAKU” ( シャク )
“KOKU” ( コク )
Untuk memastikan cara baca selengkapnya, jangan lupa selalu mencocokkan dengan kamus.

b) Cara Baca Kun (Kun-yomi)

Apabila on-yomi adalah cara baca Kanji berdasarkan bahasa Cina, maka cara baca KUN (kun-yomi) adalah sebaliknya. Kun-yomi adalah cara baca Kanji yang ASLI Jepang. Asli Jepang di sini dalam artian tidak terpengaruh oleh Mandarin.
Misalnya contoh berikut.
Contoh Kanji:
剣 = pedang/mata pisau
-> dalam bahasa Jepang dibaca ‘tsurugi’ ( つるぎ )
-> TAK BERHUBUNGAN DENGAN: Mandarin ‘jian’ / on-yomi KEN ( ケン )
Dari contoh di atas terlihat bahwa cara baca KUN adalah asli Jepang. Dalam segi pengucapan dia tidak ada perhubungan dengan Mandarin — hanya penulisannya saja yang menumpang aksara Cina.
Jadi di sini on-yomi dan kun-yomi berperan saling melengkapi. Apabila yang satu membaca Kanji berdasarkan Mandarin, maka yang lain melakukannya secara Jepang. :D
Kembali ke tiga contoh paling awal di muka, maka perbandingan ON/KUN-nya adalah:
Contoh Kanji:
川 = kun-yomi: “kawa” ( かわ ) / on-yomi: “SEN” ( セン )
風 = kun-yomi: “kaze” ( かぜ ) / on-yomi: “FUU” ( フウ )
星 = kun-yomi: “hoshi” ( ほし ) / on-yomi: “SEI” ( セイ )
Untuk dicatat, penjelasan kun-yomi dalam kamus selalu dituliskan dalam huruf hiragana. Oleh karena itu jangan lupa melatih hafalan hiragana untuk membacanya. :)
CATATAN PENTING!

Walaupun yang dicontohkan di atas cuma satu kun-yomi, kadang ada kanji yang memiliki banyakkun-yomi. Misalnya kanji 空 (langit/kosong) dapat dibaca:
“sora” ( そら )
“kara” ( から )
“aku” ( あく )
Seperti sebelumnya, jangan lupa untuk selalu mencocokkan dengan kamus.

c) Cara Baca Nanori (Nanori-yomi)

Berbeda dengan dua cara bacaan sebelumnya, cara baca NANORI (nanori-yomi) tidak berhubungan langsung dengan Bahasa Jepang sehari-hari. Pada kenyataannya nanori agak lebih unik; ini adalah pembacaan kanji yang khusus dipakai untuk nama. Nama ini bisa diberikan untuk orang atau tempat/daerah.
Meskipun demikian perlu dicatat bahwa banyak nama Jepang disusun menggunakan kombinasi on-yomi /kun-yomi saja (jadi tidak mutlak harus melibatkan nanori). Barangkali kalau boleh diibaratkan: mau pakai nanori atau tidak itu tergantung yang memberi nama saja. :PApapun pilihannya, aturan penggunaan nanori adalah untuk pemberian nama.
Contoh kanji yang dapat berdiri sendiri sebagai nama, lewat bacaan nanori:
恵 = berkah / kebaikan
-> dapat dibaca secara nanori sebagai: “satoshi”
-> dapat dibaca secara nanori sebagai: “aya”
-> meskipun begitu, secara kun-yomi dibacanya “megumi”
Nanori bisa juga dipakai sebagai kombinasi dengan on/kun-yomi untuk membentuk nama, misalnya:
飯田 = “Iida”
-> 飯 dibaca nanori: “ii”
-> 田 dibaca kun: “ta”
(gabungan “ii” + “ta” dibaca “Iida”)
Karena khusus untuk dipakaikan nama, tidak semua kanji memiliki nanori-yomi. Kata berkonotasi negatif biasanya tidak punya nanori — hanya sebatas on- dan kun-yomi saja.


Elemen Dasar Kanji: Radicals (Bushu, 部首 )

Radicals (jp: bushu, 部首 ) adalah kelas kanji yang paling mendasar. Dinamai seperti itu karena mengacu pada bahasa latin radix — dalam bahasa Indonesia berarti “akar”. Kanji yang tergolong radical dapat bergabung dengan kanji lain; membentuk kanji yang baru.
Oleh karena itu, radicals dalam Kanji berarti “akar” yang membentuk Kanji yang lebih kompleks.
Misalnya contoh berikut.
Contoh Radical:
山 = gunung

dapat diturunkan menjadi kanji baru:
 
山 (gunung) + 石 (batu) = 岩 (tebing/batu cadas)
山 (gunung) + 風 (angin) = 嵐 (badai) [i.e. "angin besar"]
山 (gunung) + 尢 (patahan) + 夂 (turun) = 峻 (curam)

*) mengenai cara baca kanjinya, silakan copy-paste ke WaKan atau JLookUp. =P
Mengenai radicals sendiri aturannya sangat kompleks, oleh karena itu kita takkan membahas terlalu jauh. Lebih lagi tulisan ini maksudnya sekadar pengenalan Kanji. Meskipun begitu intinya relatif sederhana.
Radicals adalah elemen dasar yang membentuk kanji. Kerumitan kanji pada dasarnya adalah sekadar susun-rangkai radicals.
***
Sekarang kita kembali membahas contoh. :P
Di atas tadi kita melihat contoh radicals yang relatif straightforward, yakni, mudah ditebak artinya. Meskipun begitu ada juga kombinasi yang agak susah dipahami — biarpun komponen pembentuknya relatif jelas.
Misalnya sebagai berikut.
Contoh Radical:
田 = sawah

dapat diturunkan menjadi kanji baru:
 
田 (sawah) + 力 (tenaga) = 男 (pria/lelaki)
田 (sawah) + 心 (hati) = 思 (berpikir)
田 (sawah) + 个 (atap) + 儿 (kaki) = 界 (dunia)

*) mengenai cara baca kanjinya, silakan copy-paste ke WaKan atau JLookUp. =P
Entah bagaimana asal-usul pengartiannya, barangkali orang Jepang asli lebih tahu. :PYang jelasradicals adalah komponen penting dalam membentuk kanji — elemen yang harus dikuasai jika kita ingin bisa baca-tulis Bahasa Jepang.


Gabungan Antar Kanji (Jukugo, 熟語 )

Di bagian sebelumnya kita membahas tentang radicals, yakni gabungan komponen untuk membentuk sebuah kanji. Sekarang kita akan membahas tentang gabungan lebih dari satu kanji. Secara istilah kebahasaan gabungan antar kanji ini disebut compound (jp: jukugo, 熟語 ).
Kalau di Bahasa Indonesia, kita sering merangkai kata untuk menjelaskan detail. Misalnya “rumah” + “kayu” = “rumah kayu”. Hal yang sama juga berlaku dalam konteks jukugo — dua buah kanji berperan membentuk ide yang lebih detail.
Misalnya contoh berikut.
電車 (“densha”)

dapat dipecah menjadi:
 
電 (listrik) + 車 (mobil/kendaraan)

oleh karena itu:
 
電車 = kendaraan listrik = kereta listrik
Contoh lain yang lebih dari dua kanji, misalnya:
武士道 (“bushidou”)

dapat dipecah menjadi:
 
武 (sifat ksatria) + 士 (samurai) + 道 (jalan)

oleh karena itu:
 
武士道 = jalan keksatriaan samurai
Sebagaimana sudah diutarakan, prinsipnya sama dengan bagaimana kita bermain kata di bahasa Indonesia. Semakin kita ingin detail, maka akan semakin banyak gabungan kanjinya. ^^

Catatan Khusus: Aturan Membaca Jukugo

Pada umumnya kombinasi jukugo dibaca secara on-yomi. Dalam contoh “bushidou” ( 武士道 ) tiga kanji dibaca secara ON-ON-ON. Demikian juga “densha” ( 電車 ) dibaca secara ON-ON.
Meskipun begitu terdapat pengecualian. Jukugo untuk “Asahi”( 朝日 ) dibaca secara KUN-KUN; “ou-sama” ( 王様 ) dibaca ON-KUN, dan sebagainya. Pengecualian ini banyak macamnya, oleh karena itu, mesti dihafalkan sendiri-sendiri.
Pengecualian juga terdapat pada nama orang/tempat di Jepang. Jukugo pada nama dapat dibaca berupa kombinasi ON, KUN, dan NANORI. Sebagai contoh “Sakurada” ( 桜田 ) dibaca KUN-KUN; “Satou” ( 佐藤 ) dibaca ON-ON; dan “Gunma” ( 群馬 ) dibaca ON-KUN.

Belajar Bahasa Jepang | Belajar Huruh Hiragana
Hai, Sahabat.. bicara mengenai Jepang, selain budaya, musim, makanan dan karakter orang jepang hal lain yang terpikirkan adalah Huruf Jepang. Apalagi bagi kalian yang sedang menuntut ilmu di Negeri Matahari terbit ini. Nah, kali ini saya ingin share mengenai 'Belajar menulis huruf Jepang'.
Pertama kali kita harus mengenal tipe huruf Jepang, ada 3 tipe huruf Jepang, diantaranya :
  1.  Huruf Hiragana : huruf ini digunakan untuk menulis kata asli yang berasal dari bahasa Jepang.
  2. Huruf Katakana : Huruf ini digunakan untuk menulis kata serapan yang berasal dari bahasa asing.
  3. Huruf Kanji : Huruf yang digunakan untuk menulis hampir semua kosakata yang berasal dari bahasa Tionghoa maupun bahasa Jepang.


    Oke, sahabat... kali ini kita akan belajar mengenai cara menulis huruf Hiragana. Berikut adalah daftar huruf Hiragana. dihafalkan ya...




1. Sei On (Suara Pendek) atau kata yang diucapkan secera pendek, dalam penulisan huruf hiragana kata ini biasa di tulis dengah huruf hiragana biasa, contohnya begini.

Mizu = みず = Air
Yume = ゆめ = Mimpi
Iku = いく = Pergi

2. Chou On (Suara Panjang) atau suara yang di ucapkan secara panjang, Nah ada Suara Pendek ada juga Suara Panjang, dan jangan sampai salah sob dalam mengucapkan panjang dan pendeknya suatu kata, karna artinya bisa melenceng jauh, contohnya begini

Yume dan Yuumei
Yume = Mimpi
Yuumei = Terkenal

Tuh kan melencengnya jauh banget hehe, jadi diinget yha jangan ampe salah dalam mengucapkan panjang dan pendeknya suatu kata. Nah untuk aturan dalam menulis kata yang bersuara panjang ini mengikuti huruf vokal terakhir yang di ucapkan, contohnya begini

Contoh A : Okaasan = おかあさん = Ibu

Contoh I : Ojiisan = おじいん = Kakek

Contoh U : Yuumei = ゆうい = Terkenal

Untuk akhiran vokal E dan O agak beda atauranya, untuk huruf E yang di ucapkan panjang harus di ikuti huruf I contohnya begini.

Tokei = とけい = Jam ( di bacanya TOKEE )

Untuk huruf O yang di ucapkan panjang harus di ikuti huruf U contohnya begini

Saikou = さいこう = Keren ( di bacanya SAIKOO )

Mengerti yha minna hehe, okeh kita lanjut lagi pelajaranya.

3. Soku On (Suara kembar) dalam bahasa indonesia kita menyebutnya konsonan rangkap atau ganda. Dalam bahasa jepang ada kata yang memiliki konsonan rangkap, tetapi gak ada huruf mati yang berdiri sendiri, nah karna itu kita memerlukan bantuan huruf kana atau lebih tepatnya "tsu (つ)" tapi ukuranya harus lebih kecil dari ukuran huruf kana pada standarnya kira-kira setengah dari ukuran huruf kana standar seperti ini (っ). Dan huruf ini hanya membantu merangkapkan 4 konsonan yang mengikuti bunyi huruf kana berikutnya yaitu p, s, k dan t. Contohnya begini.

Gakkou = がっこう = Sekolah = dibaca GAKKOO
Zasshi = ざっし = Majalah
Kitte = きって = perangko
Suppai = すっぱい = Asam

4. JOSHI (Partikel) Sebenere sih Joshi ini belum wajib kita bahas tapi gak ada salahnya kan kita pelajari mulai sekarang hehe, Joshi yang akan kita bahas kali ini ada 3 joshi yang menggunakan huruf hiragana.

HA = は
HE = へ
WO = を

Oh iya sob ampe lupa penjelasan tentang Joshi hehe, Joshi itu adalah partikel unik yang pengucapanya beda ama penulisanya. Oke akan kita kupas satu per satu.

HA = は yang dibaca WA yang bisa berarti ADALAH, masih inget kan pelajaran kita yang pertama hehe, contoh kalimatnya begini

Watashi WA Akihabara Kara Kimashita.

わたし は あきはばら から きました

Coba di perhatikan sob, ada 2 huruf HA (は) yang satu Joshi Yang satu ikut dalam kata AKIHABARA (あきはばら). Nah pertanyanya kenapa gak di baca AKIWABARA, jawabnya mudah sob Huruf HA (は) hanya di baca WA jika menjadi Joshi, jadi kalo huruf HA (は) itu bagian dari kata tetep di baca HA. Bisa di mengerti kan.

HE (へ) yang di baca E. Nah kalo Joshi ini belum pernah kita bahas, mungkin akan kita bahas di kesempatan selanjutnya hehe, tapi kurang lebih Joshi HE (へ) ini artinya "KE" gunanya untuk memberitahukan kita mau pergi kemana, contohnya gini.

Akihabara e iku

あきはばら へ いく

Pergi ke Akihabara

Nah Penjelasanya sama sob huruf HE (へ) di baca E hanya kalau berfungsi sebagai Joshi jika tergabung dalam suatu kata seperti HESU (へす) tetep di baca HESU bukan ESU.

WO (を) yang di baca O sama seperti HE (へ) ini masih belum wajib jadi hanya untuk referensi saja, huruf WO (を) ini tidak memiliki arti dalam bahasa indonesia, tapi peranya sangat penting, dalam suatu kalimat. Joshi ini biasanya di letakan setelah obyek sebelum kata kerja / predikat, contohnya begini

Kimi O Ai shiteru

きみ を あい してる

KIMI (artinya kamu, sebagai Object) dan AI SHITERU ( artinya mencintai sebegai predikat / kata kerja )

jadi artinya bisa disimpulkan "Mencintai Kamu" tapi sebenere KIMI AI SHITERU artinya juga udah Mencintai Kamu, tapi masih terdengar rancu nah makanya di sisipkan Joshi WO (を) agar tidak terdengar rancu. Nah Bisa dimengerti yha minna hehe.

Musim Di Jepang

Hai, sahabat.. by the way.. meskipun saya baru 3 bulan berada di Jepang, namum saya juga tergelitik untuk sharing mengenai musim yang ada di Jepang. Nah, berikut ini adalah diskripsinya.
 Keadaaan Alam dan Musim di Jepang
      Jepang memiliki 4(empat) musim yaitu : haru (musim semi), natsu (musim panas), aki
(musim gugur), dan fuyu (musim dingin).

 Setiap musim mempunyai bagian penting dalam
kehidupan orang Jepang. 

1. Musim Semi (Haru) 


     Musim semi terjadi pada bulan Maret, April dan  bulan Mei.  Pada permulaan musim semiudara masih terasa dingin. Buah plum, chery dan azalea blossom mekar dengan indahnya di seluruh Jepang. Bunga sakura mulai mekar di Okinawa, dimana tempat ini  sudah  lebih hangat.Udara di beberapa daerah sudah mencapai 12 hingga 20 derajat C. Kurang lebih dua bulan bunga sakura berkembang sampai ke Hokkaido Perpindahan bunga sakura yang berangsur-angsur ini dikenal dengan nama sakura zensen. Musim hujan (tsuyu)  biasanya berlangsung selama 40 hari.
Musim hujan adalah musim yang penting untuk orang-orang yang bekerja dibidang pertanian.
      Pada tanggal 3 Maret ada perayaan yang disebut Hinamatsuri, yaitu perayaan khusus untuk
anak perempuan. Tanggal 3 Maret juga disebut Mimi no hi, artinya hari untuk memikirkan
kesehatan telinga. Disebut Mimi no hi karena angka tiga bentuknya seperti telinga atau mimi,
dan angka tiga pun dibaca mi.
      Bulan Maret merupakan bulan berakhirnya sekolah dan tutup tahun anggaran. Pada tanggal
21 Maret  disebut Shunbun no hi yaitu hari dimana siang dan malam sama panjangnya.
      Pada bulan April udara sudah semakin hangat, walaupun di daerah Hokkaido dan Tohoku
masih ada sisa-sisa salju. Di daerah utara yaitu daerah Kanto, bunga sakura sudah mulai
berkembang.
      Pada tanggal 1 April di seluruh Jepang adalah hari untuk mulai lagi beraktifitas. Para pelajar
memasuki tahun ajaran baru, dan para karyawan mulai bekerja pada tahun anggaran baru. Pada
tanggal 29 April disebut Midori no hi dan pada hari tersebut merupakan libur nasional.
      Pada bulan April ada yang disebut o hanami. O-hanami adalah tradisi musim semi untuk
melihat bunga sakura. Bunga sakura mulai berkembang dari daerah yang hangat yaitu dari
Okinawa, kemudian Kyushu, Shikoku dan Honshu. Sedangkan di Hokkaido mulai berkembang
pada awal bulan Mei. Apabila bunga sakura berkembang orang-orang membawa o-bento, dan o-
sake tempat sakura berkembang. Di bawah pohon sakura banyak orang-orang yang makan,
minum, jalan-jalan, menari-nari dan bernyanyi bersuka ria. Kurang lebih satu minggu bunga
sakura berkembang.   
     Pada bulan Mei udara terasa segar, dan bulan ini disebut Satsukibare yang artinya hari yang
cerah pada bulan Mei. Pada bulan ini yang merupakan libur nasional yaitu pada tanggal 3 Mei,
yaitu hari memperingati Undang-undang Dasar atau Kenpo Kinenbi.
O-Hanami                               
2. Musim Panas (Natsu)     


Musim panas terjadi pada bulan Juni, Juli dan bulan Agustus. Namun untuk daerah
Hokkaido masih hangat suhunya antara 18 hingga 22 derajat Celcius.Pada pertengahan bulan Juli, matahari musim panas mulai turun, temperatur naik sampai 30 derajat. Lamanya musim panas berubah-ubah dari satu tempat ke tempat lain : Di Kyushu kira-kira dua bulan, Tokyo kira-kira  45 hari, Kyoto 68 hari . Temperatur musim panas yang sangat tinggi di Jepang membuat ketidaknyamanan hidup dari hari ke hari. Akibatnya orang-orang pergi ke tempat-tempat yang lebih dingin, seperti Hokkaido dan dataran tinggi lainnya untuk menghindari panas. Musim panas merupakan musim libur terpanjang sepanjang tahun. Musim hujan pada bulan Juni disebut tsuyu, karena  bulan Juni merupakan bulan yang sangat  tinggi curah hujannya.
      Pada tanggal 24 Juni disebut Geshi yaitu dimana siang hari lebih panjang dari pada malam hari. Pada bulan ini para karyawan dan pegawai pemerintah mendapat  bonus tengah tahun. Pemberian bonus kepada karyawan dan pegawai pemerintah berlangsung 2 pekan.
     Pada Musim panas mulai terasa panas., sehingga pakaian seragam para karyawan diganti dengan pakaian musim panas. Begitu juga anak-anak sekolah mulai melepaskan jas seragamnya dan hanya memakai kemeja putih Pada bulan ini para karyawan dan pegawai pemerintah mendapat bonus tengah tahun sebesar 5 kali gajih bulanan. Biasanya dalam satu tahun diberikan
bonus 2 kali.
      Pada tanggal 6 Agustus jatuhnya bom atom di kota Hiroshima, dan pada tanggal 8 Agustus 1945 bom atom jatuh di kota Nagasaki. Bulan Agustus disebut juga bulan Obon. Obon adalah bulan perayaan bagi umat Budha setiap tanggal 13 ~ 15 Agustus. Musim Gugur( Aki)
 
3. Musim Gugur

Periode antara bulan September sampai November adalah musim gugur atau Aki. Udara masih sedikit hangat, akan tetapi secara umum sudah terasa suasana musim gugur.
Setelah masa liburan panjang berakhir, maka kini anak-anak sekolah mulai memasuki semester genap. Pada saat-saat ini biasanya aktifitas yang dilakukan  paling popular yaitu pekan olah raga atau festival kampus. Pekan olah raga atau Undokai tidak merupakan kegiatan olahraga sesungguhnya, akan tetapi hanya merupakan kegiatan olah raga ringan yang dilakukan di lingkungan sekolah masingh-masing. Tarik tambang, lomba lari, dan lain-lain merupakan kegiatan yang paling sering ditampilkan. Bukan lingkungan sekolah saja yang menyaksikan, akan tetapi para orang tua muridpun diundang ikut memeriahkannya. Disepanjang lapangan dipasang tenda yang diberi hiasan-hiasan sederhana, dan para undangan menggelar alas duduk dengan masing-masing membawa makanan serta minuman.
 Bulan September merupakan bulan yang paling banyak angin topannya. Pada bulan itubanyak pohon tumbang, dan banjir. Topan yang paling besar terjadi pada tahun 1991, dengan kerugian sangat besar, merusak pertanian, hutan serta perikanan. Dan yang paling banyak mengalami kerugian yaitu perkebunan apel dan jeruk yang merupakan kerugian terbesar sepanjang sejarah Jepang. Total kerugian tercatat sebesar 390 miliyar yen. Kini jika topan sudah mendekati kepulauan Jepang, masyarakat mendengarkan siaran radio atau ramalan cuaca melalui mass media.
 Hingga pertengahan September, pengaruh tekanan udara yang tinggi dari Pasifik sisa musim panas terasa luar biasa. Namun setelah masa itu berlalu barulah pada pagi hari berikutnya suhu terasa turun, dan suasana musim gugur yang sebenarnya makin terasa. Serangga mulai keluar berbunyi bersahut-sahutan.
 Bulan purnama pada bulan September merupakan bulan purnama yang paling indah sepanjang tahun. Orang Jepang menamakannya sebagai bulan yang paling indah pada pertengahan musim gugur atau Chushu no Meigetsu. Pada malam bulan purnama tersebut orang Jepang merayakan pesta melihat bulan atau O-Tsukimi. Namun kini sudah jarang dilakukan terutama di kota-kota besar yang karena sudah padat oleh gedung-gedung tinggi, hingga bulan purnamanya sudah tidak mudah dinikmati. Hari libur nasional pada bulan September yakni tanggal 15 dan 23. Tanggal 15 September
adalah hari untuk berterimakasih pada orang yang sudah tua atau Keiro Nohi. Keiro Nohi dimasukkan ke dalam kalender sebagai hari libur nasional sejak tahun 1966 mengingat makin banyaknya orang-orang yang berusia lanjut. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, jumlah usia rata-rata orang Jepang hanya mencapai kurang dari 50 tahun. Namun menurut data tahun 1984 sudah 74,8 tahun untuk laki-laki, dan 80,5 tahun untuk wanita. Sedangkan pada tahun 1990 usia laki-laki mencapai 75,86 tahun, dan wanita 81,81 tahun. Sedangkan populasi pada tahun 1950-an sekitar 4,9%, dan pada tahun 1991 sudah mencapai 12,5%. Sedangkan akhir abad ke 20 diperkirakan mencapai 15,6%, dan diperkirakan akan mencapai 20% pada pertengahan abad berikutnya.  Pada hari tersebut orang-orang pergi berkunjung kepada orang tua, kakek, nenek atau pada orang-orang yang dianggap sudah tua sebagai rasa hormat pada mereka. Tanggal 23 September diperingati sebagai Shumbun Nohi. Pada hari ini biasanya dilakukan acara mengunjungi makam orang tua atau O-Hakamairi. Memasuki bulan Oktober daun pepohonan didaerah utara sudah mulai berwarna merah, dan didaereh selatanpun mulai berubah warna secara berangsur-angsur. Dan suasana sudahmenunjukan mulainya  terasa dingin musim gugur. Bulan Oktober adalah bulan yang penuh dengan perayaan-perayaan.
 Dimulai pada tanggal 1 Oktober sebagai hari ganti pakaian. Koromogae, yakni mengganti
pakaian kerja atau seragam sekolah dari pakaian musim panas ke pakaian musim dingin. Bulan
Oktober juga merupakan  musim pernikahan. Menurut kepercayaan Shinto, minggu terbaik
untuk melangsungkan pernikahan yakni pada minggu Taian menurut kalender Shinto. Bagi
oranr-orang Jepang upacara pernikahan biasanya dilakukan di hotel, gedung pertemuan, kuil atau
gereja. Prosentase yang melakukan upacara pernikahan ritual dengan cara Shinto menduduki
tempat tertinggi yaitu 65%. Upacara ritual dengan cara Budha 5-6% dan Kristen 25%.
 Namun cara-cara pernikahan tidak dikaitkan dengan agama. Resepsi pernikahan sekarang
labih memperlihatkan gengsi, penuh dengan dekorasi, bunga serta musik dan kemewahan
lainnya. Baik pengantin wanita maupun pria berganti pakaian satu sampai dua kali yang disebut
O-Ironaoshi. Pakaian tidak memakai baju-baju tradisonal, tetapi lebih menekankan pada
kemoderenan. Biaya rata-rata untuk suatu perkawinan dari mulai tukar cincin sampai bulan madu
mencapai 7.562.000 yen.
 Pada bulan Oktober cuaca paling menyenangkan, tidak dingin dan juga tida hujan. Udara
cerah musim gugur (Akibare) yang segar berlangsung pada bulan ini. Biasanya keluarga-
keluarga Jepang pergi ke kebun buah-buahan (Kajuen) untuk memetik buah apel (Ringgogari),
memetik buah pir (Momogari), memetik jeruk (Mikangari), dan sebagainya sambil makan-
makan. Anak-anak TK atau SD pergi ke kebun merabut ubi jalar (Imogari) atau mengambil buah
berangan (Kuri Hiroe).
Memasuki bulan November mulai terasa dingin. Di daerah-daerah seluruh Jepang mulai tampak daun-daun berwarna merah dan kuning. Pada saat ini terlihat pemandangan sangat indah. Pepohonan berwarna-warni, pohon favorit yang paling indah untuk dilihat yakni Momiji. Hari libur nasional jatuh pada 3 November dan 23 November. Tanggal  November adalah Hari Penghargaan Budaya atau Bunka Nohi, penghargaan diberikan kepada mereka yang berjasa dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan berupa bintang jasa kebudayaan dalam suatu upacara di istana Kaisar. Pada hari ini diselenggarakan pameran seni, pagelaran musik serta budaya dan festival seni di kampus-kampus. Sedangkan pada tanggal 23 November merupakan Hari Terimakasih Kepada Karyawan atau Rodokansha Nohi. Di berbagai daerah anak-anak perempuan usia 7 tahun, anak laki-laki berusia 5 tahun serta anak anak wanita 3 tahun (dibeberapa daerah juga anak laki-laki) dibawa oleh orang tuanya mengunjungi kuil-kuil dengan berpakaian adat, untuk mengucapkan terima kasih dan berdoa bagi kebahagiaan serta kesehatan di dalam masa pertumbuhannya, anak usia 5 tahun dikenakan Hakama (rok seperti celana) yang dipakai wanita dewasa, serta anak 7 tahun mengenakan
Kimono lengkap dengan Obi (ikat pinggang untuk Kimono). Perayaan ini disebut Shichigosan. Pada bulan ini banyak dijual Chitose Ame (permen 1000 tahun) di toko-toko sebagai ungkapan sukur atas tumbuhnya anak-anak serta harapan agar panjang umur. Warna permen putih dan merah bentuknya panjang dan dibungkus dengan lukisan yang melambangkan kebahagiaan dan panjang umur, anak-anak dibawa oleh orang tua ke restoran atau makan-makan
di rumah.
Momiji sebelum berubah warna
Momiji setelah berubah warna
   4. Musim Dingin atau Fuyu
Memasuki awal Desember dalam suasana udara makin dingin, musim dingin mulai tiba, angin utara bertiup. Di daerah-daerah seperti Hokaido, Tohoku, dan Kanto, salju mulai turun. Di daerah Kanto orang-orang sudah mulai memasang alat pemanas seperti Sutobo (kompo pemanas ruangan) serta Kotatsu (meja pemanas kaki). Musim dingin jatuh pada bulan Desember sampai dengan Februari sama seperti pada musim panas ada O-Chugen, inipun disibukkan dengan O-Seibo yakni pemberian hadiah berupa barang untuk orang-orang yang dirasakan sudah membantu toko-toko disamping disibukkan dengan penjualan O-Seibo, juga sibuk dengan penjualan kartu tahun baru (Nengajo) kartu pos tahun baru (Nengahagaki) serta kartu natal. Kartu-kartu ini sangat penting artinya bagi orang-orang Jepang, semua orang Jepang sibuk berkirim kartu. Kantor pos menjual kartu tahun baru khusus yang diberi hadiah, kartu berhadiah tersebut harganya dilebihkan 3 yen/lembar. Untuk mengantar berjuta-juta lembar kartu tahun baru kantor pos memberi kesempatan kerja bagi orang-orang dewasa yang sedang libur untuk turut mendistribusikannya.Karena bulan Desember udara sudah dingin ada kebiasaan memakan labu besar, sambil masuk ke dalam air panas. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah masuk angin dan supaya dapat melewatkan musim dingin dalam keadaan sehat. Kebiasaan ini jatuh pada tanggal 22 Desember, yang disebut Toji.
 Hari libur nasional pada bulan Desember yaitu tanggal 23, yang dikenal sebagai Hari Ulang Tahun Kaisar atau Tenno Tanjobi. Hari Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember tidak merupakan hari libur. Orang Jepang tidak mengkaitkannya dengan kegiatan keagamaan, natal hanya berupa perayaan. Kota-kota dihias dengan hiasan natal, musik natal bergema dimana-mana, saling bertukar hadiah serta makan kue natal dilakukan oleh banyak orang, bahkan pada saat itu orang-orang Jepang melakukan kegiatan lain yang disebut Bonnenkai atau pesta pisah tahun.  Jika diartikan secara harafiah BO, NEN, dan KAI yaitu melupakan, tahun,pertemuan( pesta akhir tahun). Dalam pesta tersebut semua berusaha sesantai mungkin melupakan semua kejadian-kejadian yang kurang berkenan dimasa lalu. Mereka berkaraoke sambil makan dan minum.
 Tanggal 28 Desember adalah hari terakhir kerja pada tahun tersebut untuk para pegawai yang bekerja di kantor-kantor serta perusahaan-perusahaan dan merupakan libur akhir tahun dan awal tahun. Pada hari-hari terakhir bulan Desember tampak kesibukan orang-orang yang akan bepergian ke luar negeri, bermain ski, dan yang pulang kampung semuanya bertumpuk di stasiun dan bandara. Toko-toko penuh dengan penjualan perlengkapan tahun baru, para penjual masakan, makanan tahun baru memenuhi tempat jualan. Kegiatan dirumah biasanya membersihkan rumah atau Osoji lalu dihiasi dengan hasan-hiasan tahun baru.
 Memasuki tanggal 31 Desember yaitu Omisoka atau malam tahun baru, pada malam tersebut orang-orang makan sejenis mie untuk merayakan pergantian tahun yaitu Toshikoshi Soba, sambil mendengar  bunyi lonceng Tahun Baru atau Joyanokane serta menonton TV dan mendengarkan Radio yang dipancarkan dari kuil.
 Hari pertama tahun baru atau Ganjitsu bagi orang Jepang merupakan hari yang sangat penting dalam mengungkapkan dimulainya hari pada tahun tersebut. Untuk mengundang kehadiran Tuhan pada tahun itu serta menyambut kedatangan leluhur, dikedua sisi pintu masuk dipasang Kadomatsu yang terbuat dari 3 batang bamboo pendek dihiasi dengan daun cemara. Pada pagi hari pertama atau Ganjimatsu disebut Gatan, satu keluarga berkumpul sambil minum Otoso yaitu sake yang diberi sari daun tertentu, makanan Ozoni dan Osechi Ryori. O-Zoni yakni makanan khusus tahun baru berupa sup mochi (ketan) diberi ikan atau ayam serta sayur, jamur serta rebung. Mochi didaerah Kansai bentuknya bundar dan didaerah Kanto bentuknya persegi. Osechi Ryori yaitu masakan khusus dengan penataan khas tahun baru. Dihidangkan dalam baki yang agak dalam.

Photo Talk



Hai, Sahabat berikut ini adalah halaman blog saya yang menampilkan beberapa foto yang sudah saya ambil dengan mengguakan kamera pocket saat di Jepang :





Flower Bloom in Spring

Owl pottery

Tenpura Party

Sakura bloming

road way in spring

Flowers bloming in Spring

Home Stay

Beautiful place behind my home stay

Road way

My Dream wall


My Vocation

letter of wish


The Most beautiful SAKURA

Tanuki as the mascot of Shigaraki

Japan contemporary Puppet


Maruyama Park


Maruyama Park

Omizutera
festival kembang api

Ads Inside Post